PERAN DAN KOMPETENSI ASISTEN APOTEKER

15 05 2011

Written by Drs. Sjukri Kimin
Pendahuluan
Akhir – akhir ini telah timbul polemik tentang siapa, apa dan bagaimana peran seorang Asisten Apoteker, terutama untuk pekerjaan pelayanan kefarmasian ( Pharmaceutical care ) yakni satu bentuk pelayanan dan tanggung jawab langsung profesi apoteker dalam pekerjaan kefarmasian untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Asisten apoteker sebenarnya bukanlah gelar akademis, tetapi sebutan untuk orang yang bekerja membantu apoteker dalam kerja profesi farmasi. Sering ada terjadi bahwa seorang apoteker di apotik bekerja sebagai asisten (pembantu) apoteker lain yang menjadi APA di apotik itu. Malah ada pula apoteker menjadi apoteker pendamping yang bertugas membantu APA di apotik tersebut.

Dalam Permenkes No. 679/2003 seolah terkesan asisten apoteker adalah “ gelar “ yang diberikan kepada lulusan untuk sekaligus tiga jenis institusi pendidikan yang berbeda kurikulum kompetensinya dan stratanya.
Profesi apoteker ( dulu dikenal dengan istilah “polyvalent” ) dapat dilaksanakan diberbagai bidang pekerjaan, seperti apotik, industri, distribusi, litbang, pengawasan mutu, dll. Kesemua bidang ini dalam kerja profesi apoteker memerlukan pembantu yang sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya.
Jika kita pahami masalahnya, tentu tidak sulit memperjelas mana asisten apoteker untuk membantu apoteker di laboratorium sebagai analis farmasi dan makanan, mana yang berkompetensi membantu apoteker dalam pelayanan farmasi di apotik, di industri, di litbang, dst.Sejarah dan latar belakang asisten apoteker.
Di Indonesia, pada zaman Hindia Belanda sudah ada pendidikan asisten apoteker. Semula asisten apoteker dididik di tempat kerjanya di apotik oleh apoteker Belanda. Setelah calon tersebut memenuhi syarat maka diadakanlah ujian pengakuan bertempat di Semarang, Surabaya dan Jakarta. Warga Indonesia asli yang lulus pertama ujian di Surabaya adalah pada thn 1908. Menurut buku Verzameling Voorschriften Thn 1936 yang di keluarkan D.V.G dapat diketahui bahwa dengan keputusan pemerintah Belanda No.38 thn 1918 dan diperbaharui dengan Kep No. 15 thn 1923 ( Stb. No. 5 ) dan Kep No.45 thn 1934 (Stb 392) didirikanlah Sekolah Asisten Apoteker dengan nama“Leergang voor de opleiding van apothekers-bedienden onder de naam van apothekers-assistentenschool“. Syarat pendidikan dasarnya Mulo bag B (setara SMP PaspaL). Pada waktu itu jumlah murid sangat dibatasi dan jumlah yang diluluskan juga dibatasi sampai hanya 20% (luar biasa ketatnya).
Pada zaman pendudukan Jepang, sekolah asisten apoteker baru dimulai lagi pada tahun 1944 di Jakarta, lamanya hanya 8 bulan dan hanya dua angkatan. Setelah kemerdekaan, pemerintah Indonesia membuka sekolah asisten apoteker di beberapa kota seperti Yogyakarta, Jakarta dan beberapa ibukota provinsi lainnya.
Jadi melihat sejarahnya memang semula asisten apoteker diadakan untuk membantu kerja apoteker Belanda yang bekerja di apotik pada waktu itu sangat kurang jumlahnya. Sekarang di Indonesia ternyata masih diperlukan mungkin karena apoteker sangat jarang berada di apotik selama waktu buka apotik.

Pembahasan
Kita ingin membahas untuk menjawab dua pertanyaan pokok. Pertama, apakah tenaga menengah farmasi asisten apoteker ( lulusan SMF/SAA ) untuk pharmaceutical care masih diperlukan. Atau seperti tuntutan pihak tertentu, pelayanan tsb harus dilakukan oleh tenaga lulusan JPT ? Istilah asisten berasal dari kata assistent ( bahasa Belanda) yang artinya pembantu, asisten, wakil ( A.L.N. Kramer Sr. Kamus Belanda).
Untuk menjawabnya kita lihat ke negeri yang melahirkan tenaga asisten apoteker, yakni Negeri Belanda. Kenyataannya dalam sistem pelayanan kefarmasian di apotik di Belanda, saat ini masih menggunakan tenaga asisten apoteker sebagai pembantu kerja apoteker. Asisten apoteker disebut tenaga menengah karena dasar pendidikan umum dari jalur MAVO, Middelbaar Algemeen Vormend Onderwijs ( setingkat SMP plus, yakni SD +4 thn ) lalu dididik 3 tahun di MBO, Middelbaar Beroeps Onderwijs (setingkat SMK) bidang farmasi. Dalam sistem pendidikan nasional mereka memang sudah ada pengarahan bakat dan minat mau kemana siswa akan melanjutkan pelajaran. Kalau mau ke akademi, maka liwat jalur HAVO, Hoger Algemeen Vormend Onderwijs ( SD plus 5 tahun). Untuk ke perguruan tinggi maka harus lewat jalur VWO, Voorbereidend Wetenschappelijk Onderwijs (setara SMA). Pemilihan jalur itu tergantung prestasi akademik siswa sendiri dan ditetapkan oleh sekolahnya. Memang ini karena pemerintah Belanda punya program bahwa hanya sekitar 30 % siswa bisa ke perguruan tinggi. Sejumlah 70 % diarahkan ke pendidikan kejuruan dan keterampilan yang sangat banyak butuh tenaga kerja.
Di Indonesia dalam Undang – Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, telah ditetapkan wadah Sekolah Menengah Kejuruan, dimana telah ditetapkan pula pada bidang keahlian Kesehatan, program keahlian Farmasi. Ini memantapkan bahwa asisten apoteker adalah produk pendidikan menengah setara SMK ( seperti sistem di Negeri Belanda saat ini)
Didalam beberapa kesempatan, pejabat Diknas sering menyampaikan bahwa ratio pendidikan antara SMA dan SMK saat ini adalah 70 : 30 dan akan dibalik menjadi 70 SMK dan 30 SMA. Ini berarti secara logika bahwa pendidikan menengah kejuruan farmasi ( SMF /SMK Far ) akan lebih ditingkatkan jumlah dan kualitasnya pada masa mendatang.

Kesimpulan dan saran
1. Melihat sejarahnya di Indonesia, nama dan peran asisten apoteker sudah melekat hampir 100 tahun ( lulusan pertama tahun 1908 di Surabaya).
Dihitung secara jumlah, mungkin sudah ratusan ribu lulusan A.A dan mungkin masih puluhan ribu A.A diseluruh Indonesia yang tetap mengabdikan profesinya membantu apoteker di apotik atau fasilitas kesehatan lainnya, dan mereka bekerja tanpa menghitung hitung apakah apotekernya sama – sama bekerja profesi hadir ditempatnya bekerja.
2. Dengan pembahasan diatas, diharapkan makin mudah kita memahami eksistensi dan peran asisten apoteker selama ini, maka diharapkan kita lebih arif dan bijaksana pula memahami materi dan jiwa dari Kep.Menkes R.I No. 679/Menkes/SK/V/2003 tentang Registrasi dan Izin Kerja Asisten Apoteker.
Ditilik dari sebutan yang tertulis dalam keputusan tsb, istilah asisten apoteker untuk tenaga ketiga jenis institusi lulusan itu mempunyai arti yang sama yakni membantu kerja profesi apoteker.
Yang berbeda adalah bidang kerjanya. Itu tergantung dari kurikulum pendidikan yang didapatnya dan kompetensi yang dimilikinya. Sekali lagi kita lihat bahwa kerja profesi apoteker itu mencakup semua bidang ( apotik, industri, litbang, pengawasan mutu, distribusi, pemasaran dll. ). Untuk setiap bidang tentu disesuaikan kompetensi apa yang diperlukan dan harus sesuai dengan kompetensi / kurikulum pendidikan yang dimilikinya. Kompetensi di laboratorium berbeda dengan kompetensi di apotik yang memerlukan ketrampilan membaca resep, meracik, ketelitian dan kecepatan.
Untuk industri atau Litbang atau Lembaga pengawasan mutu tentu sangat diperlukan kemampuan ilmu yang lebih dari sekadar trampil dari membaca resep, meracik atau menyerahkan obat kepada pasien di apotik.
3. Sebagai penutup penulis ingin menyampaikan bahwa sumbangan pemikiran dalam pembahasan asisten apoteker ini adalah sebagai sumbang saran, karena penulis ( yang telah menggeluti dunia pendidikan menengah farmasi selama 40 tahun ) sangat prihatin atas komentar , pendapat yang dilontarkan tanpa informasi yang lengkap. Kita bersama ingin mencegah berkembangnya budaya salah menyalahkan, mau menang sendiri dan yang paling mengkhawatirkan adalah lupa bahwa kita sebenarnya bergerak dalam dunia pendidikan yang penuh etika.
4. Terima kasih.
Ref :
1. U.U No.20 / 2003 tentang. Sisdiknas
2. P.P 25 Thn 1980 ttg Apotik
3. Kep. Menkes No. 679 / 2003 tentang. Reg dan izin kerja A.A
4. Kep.Menkes No. 1027 /2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik
5. Drs. Sunarto Prawirosujanto , Sejarah Perkembangan Farmasi di Indonesia ( Penerbit UGM 1972)
6. Drs. J. Hazeveld, Hilversum, Belanda. (ex SAA, wawancara)

sumber :http://apotekputer.com





Formalin atau Boraks yang Berbahaya ?

5 05 2011

Hmmm. . . sudah pasti semuanya tidak asing lagi dengan sebutan formalin ataupun boraks. Karena kedua bahan ini memang ngetren dimasyarakat sekeliling kita. Yapz. . . kedua bahan ini merupakan salah satu dari bahan-bahan kimia yang sering dipakai dikehidupan sehari-hari. Kedua bahan ini memang mudah untuk didapatkan. Karena boraks ataupun formalin dijual secara bebas dipasaran.
Namun demikian realita dimasyarakat mengenai pemakaian bahan tersebut, sudah benarkah ? amankah untuk kesehatan ? Baiklah di tulisan ini akan disajikan informasi lebih lanjut mengenai formalin dan juga borak. Simak baik-baik ya!

Apa itu Formalin & Boraks ?
Formalin adalah nama dagang formaldehida yang dilarutkan dalam air dengan kadar 36 – 40 %. Formalin biasa juga mengandung alkohol 10 – 15 % yang berfungsi sebagai stabilator supaya formaldehidnya tidak mengalami polimerisasi.
Boraks berasal dari bahasa Arab yaitu Bouraq. Merupakan kristal lunak yang mengandung unsur boron, berwarna dan mudah larut dalam air.
Boraks merupakan garam Natrium dengan nama kimia natrium tetrabonat (NaB4O7 10H2O) yang banyak digunakan dalam berbagai industri non pangan (bukan makanan) khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Serta Gelas pyrex yang terkenal kuat dibuat dengan campuran boraks.
Boraks dapat dijumpai dalam bentuk padat dan jika larut dalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat (H3BO3). Selain boraks yang lebih fenomenal dimasyarakat yaitu bleng. Bleng merupakan sebutan untuk salah satu zat berbahaya dengan nama ilmiah Natrium Biborat, Natrium Piroborat, Natrium Teraborat. Bleng adalah bentuk tidak murni dari boraks/asam borat murni yang biasa dibuat oleh industri farmasi.
Asam borat (H3BO3) merupakan asam organik lemah yang sering digunakan sebagai antiseptik, dan dapat dibuat dengan menambahkan asam sulfat (H2SO4) atau asam khlorida (HCl) pada boraks.
Asam borat juga sering digunakan dalam dunia pengobatan dan kosmetika. Misalnya, larutan asam borat dalam air (3%) digunakan sebagai obat cuci mata dan dikenal sebagai boorwater.
Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur, semprot hidung, dan salep luka kecil. Namun, ingat, bahan ini tidak boleh diminum atau digunakan pada luka luas, karena beracun ketika terserap masuk dalam tubuh.

Contoh Makanan yang Banyak Menjadi Sasaran Penggunaan Formalin dan Boraks
Beberapa contoh makanan yang dalam pembuatannya sering menggunakan boraks dan formalin adalah untuk pembuatan gendar nasi, kerupuk gendar, atau kerupuk puli yang secara tradisional di Jawa disebut “Karak” atau “Lempeng”. Disamping itu boraks digunakan untuk industri makanan seperti dalam pembuatan mie basah, lontong, ketupat, bakso bahkan dalam pembuatan kecap.
Tujuan penambahan Bleng atau boraks dalam pembuatan makanan adalah sebagai berikut :
• karak/lèmpèng (kerupuk beras), sebagai komponen pembantu pembuatan gendar (adonan calon kerupuk)
• mi
• lontong, sebagai pengeras
• ketupat, sebagai pengeras
• bakso, sebagai pengawet dan pengeras
• kecap, sebagai pengawet
Kelainan yang Timbul Akibat Formalin maupun Boraks ?
Konsumsi Formalin pada makanan sangat berbahaya karena dapat menyebabkan keracunan pada tubuh manusia, dengan gejala :
1. sakit perut akut disertai muntah-muntah,
2. mencret berdarah,
3. depresi susunan syaraf dan
4. gangguan peredaran darah.
Mengkonsumsi boraks dalam makanan tidak serta merta berakibat buruk, tetapi sifatnya terakumulasi (tertimbun) sedikit-demi sedikit dalam organ hati, otak dan testis. Boraks tidak hanya diserap melalui pencernaan namun juga dapat diserap melalui kulit. Boraks yang terserap dalam tubuh dalam jumlah kecil akan dikelurkan melalui air kemih dan tinja, serta sangat sedikit melalui keringat. Boraks bukan hanya menganggu enzim-enzim metabolisme tetapi juga menganggu alat reproduksi pria.
Boraks yang dikonsumsi cukup tinggi dapat menyebabkan gejala pusing, muntah, mencret, kejang perut, kerusakan ginjal, hilang nafsu makan.

Tips Membedakan Bakso, Mie atau Kerupuk yang Menggunakan Formalin dan Boraks
Sebagai konsumen berarti kita harus lebihh teliti sebelum membeli, berikut tips yang mudah agar kita dapat mendeteksi makanan yang kita beli itu tidak mengandung boraks ;
Bakso Boraks. Sebagian bakso yang beredar di pasaran juga mengandung boraks. Tetapi kita bisa membedakan antara bakso yang mengandung boraks atau tidak.
Ciri-ciri bakso yang mengandung boraks lebih kenyal daripada bakso tanpa boraks. Ia juga tahan lama dan awet hingga beberapa hari. Warnanya juga lebih putih. Berbeda dengan bakso tanpa boraks yang berwarna abu-abu dan merata di semua bagian. Kalau masih ragu, coba lembar bakso ke lantai. Apabila memantul seperti bola bekel, berarti bakso itu mengandung boraks.
Ciri-ciri mie basah mengandung boraks: Teksturnya kenyal, lebih mengkilat, tidak lengket, dan tidak cepat putus.
Ciri-ciri jajanan (seperti lontong) mengandung boraks: teksturnya sangat kenyal, berasa tajam, seprti sangat gurih dan membuat lidah bergetar dan meberikan rasa getir.
Ciri-ciri kerupuk mengandung boraks: teksturnya renyah dan bisa menimbulkan rasa getir.
Pengganti formalin dan boraks (untuk makanan)
Sebagai pengganti zat formalin ataupun boraks dapat digunakan beberapa bahan sebagai berikut :
1. Bahan alami
Bahan alami yang bisa digunakan untuk menggantikan boraks maupun bleng dan memberikan efek sama (sebagai pengenyal maupun pengawet) adalah air abu. Untuk mendapatkan air abu, bakar merang (tangkai bulir padi) atau klaras (daun pisang kering) hingga menjadi abu, kemudian rendam 2-3 hari dengan air bersih. Ambil air rendamannya, manfaatkan sebagai pengenyal maupun pengawet alami. Bisa juga memanfaatkan air kapur sirih.

2. Bahan Kimia
Salah satu pengganti formalin, yaitu natrium benzoat. Adapun untuk mengganti boraks sebagai pengenyal dan pengawet makanan bisa digunakan kalsium klorida (CaCl).
Natrium benzoat populer digunakan pada minuman ringan dan sirup. Pada industri makanan, seperti tahu dan mi, zat kimia ini aman digunakan dalam takaran yang tidak berlebihan.
Natrium benzoat untuk pengawet makanan maksimal 1 gram per satu kilogram atau satu liter air. Jika berlebihan bisa mengundang alergi pada penderita asma dan menyebabkan hiperaktif pada anak yang mengonsumsi. Jika sesuai takaran tidak berefek.
Takaran dari kalsium klorida (CaCl) sebagai pengenyal dan pengawet makanan berkisar 1-5 gram per satu kilogram atau satu liter air. Tak ada efek samping, jika berlebihan terasa pahit.
Meski demikian, dorongan produsen makanan yang tetap menggunakan bahan boraks ataupun formalin adalah karena cara mendapatkan boraks dan formalin yang cenderung lebih mudah didapat serta harganya relative lebih murah.

Oke, sahabat pembaca, tujuan penulis membuat tulisan tentang formalin dan boraks ini bukan untuk memboikot agar tidak membeli makanan seperti lontong,mie, ketupat,gendar dkk yang disinyalir banyak menggunakan bahan tersebut. Karena tidak semua produsen menggunakan bahan tersebut, masih ada yang menggunakan bahan pengawet yang lebih aman.
Namun tulisan ini sebagai media bagi penulis berbagi informasi serta mengingatkan kita sebagai konsumenlah yang kudu dan harus lebih teliti dalam memilih makanan untuk kita konsumsi. Karena mau gak mau sangat mempengaruhi kesehatan.
Oke cuy. . . moga bermanfaat yah! See u next time
(Dari berbagai sumber)





Plasebo, obat penyemangat

29 03 2011

Tahukah anda, kadang suatu penyakit tidak membutuhkan obat, karena pada beberapa kasus, kondisi psikologis pasien bisa memperburuk atau sebaliknya dapat meningkatkan kondisi tubuhnya, karena itulah sebagai praktisi kesehatan seperti seorang dokter, perawat, apoteker, serta posisi penting lainnya dituntut untuk dapat memberikan semangat dan dukungan untuk perkembangan pasien.

Dalam obat, dikenal istilah Plasebo, kata ini berasal dari bahasa latin yang artinya “saya ingin menyenangkan”, Plasebo adalah sediaan obat baik dalam bentuk tablet, kapsul maupun sediaan lainnya, yang tidak memiliki aktivitas farmakologi. Plasebo khusus diberikan untuk menyenangkan atau menenangkan pasien yang menurut diagnosa dokter sebetulnya tidak menderita gangguan organis, atau untuk mempertinggi moralnya (dikutip dari OOP [obat-obat penting]). Misalnya pada pasien yang penyakitnya tidak dapat disembuhkan lagi.

Kenapa tidak memiliki khasiat farmakologi?, tentu saja karena plasebo tidak mengandung zat aktif. Zat inaktif dalam plasebo umumnya terdiri dari laktosa dengan dibubuhi sedikit kinin untuk rasa pahit dan seringkali zat warna. Bentuk tablet sebaiknya kecil sekali atau sangat besar dan warnanya mencolok guna menambah efek psikologisnya.

Lebih jauh lagi, selain untuk meningkatkan moral pasien, juga digunakan dalam pengujian klinik suatu obat baru [sebagai pembanding], serta sebagai pelengkap untuk obat yang diminum secara berkelanjutan. Nah, jadi jangan meremehkan kekuatan pikiran.. You’re what you think, Plasebo hanya sebagai media..

sumber :http://blog.pharmacy-science.com





Waktu Minum Obat

15 03 2011

Pada kebanyakan obat, waktu minum obat tidaklah begitu penting, sebelum atau sesudah makan. Tetapi ada beberapa obat dengan sifat atau tujuan pengobatan khusus, sehingga hendaknya diminum pada waktu tertentu untuk mencapai efek optimal atau menghindari efek samping tertentu.

Obat diminum sebelum makan (a.c.= ante coenam). Penyerapan obat dari lambung yang kosong berlangsung paling cepat karena tidak dihalangi oleh isinya. Maka, obat yang bertujuan memberikan efek cepat, sebaiknya diminum sebelum makan, yaitu saat lambung kosong, misalnya analgetika (kecuali asetosal dan NSAIDs). Atau demi memperoleh kadar plasma yang lebih tinggi. Jika tidak disebutkan lain, obat diberikan satu jam sebelum makan . Selain itu juga dapat diberikan 2 jam sesudah makan ( dengan asumsi bahwa waktu pengosongan lambung sekitar 2 jam)

Contoh obatnya :

Antibiotika dari kelompok penisilin dan sefalosforin, eritromisin dan spiramisin, linkomisin dan klindamisin, rifamisin dan rifampisin.
Lainnya: tonika, penisilamin, asetosal-Ca (Ascal) dan domperidon.
Obat diminum sesudah makan (p.c. = post coenam). Makanan dapat menghambat perombakan obat didinding usus, sehingga Bioavailabilitasnya dapat meningkat. Begitu pula akibat makanan perombkana beberapa obat (propranolol, metoprolol, hidralazin) dalam hati dikurangi.

Banyak obat bersifat merangsang terhadap mukosa lambung dan guna mengurangi iritasi harus digunakan pada waktu setelah makan, contoh obatnya antara lain :

Antidiabetika oral dan antiepleptika
Garam ferro, kalium dan litium
Antelmintika dan antasida ( ½ jam p.c.) vasodilator
Kemoterapeutika
Griseofulvin, nitrofurantoin, danazol, halofantrin dan retinoat dapat diserap 2-4 kali lebih banyak bila diminum dengan makanan (yang kaya lemak) atau susu.
Glukokortikoida dan NSAIDs termasuk asetosal
Untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk meminum obat, pasien dapat menanyakannya kepada dokter yang menangani atau kepada petugas apotek tempat menebus obat. Jadi perhatikanlah benar- benar waktu yang tepat meminum obat agar mendapat hasil optimal.

sumber : http://blog.pharmacy-science.com/





Kriteria wadah menurut FI ed III

7 02 2011

Wadah, wadah dan sumbatnya tidak boleh mempengaruhi bahan yang disimpan di dalamnya baik secara kimia maupun secara fisika, yang dapat mengakibatkan perubahan khasiat, mutu atau kemurnianya.
Jika pengaruh itu tidak dapat dihindarkan, maka perubahan yang terjadi tidak boleh sedemikian besar sehingga menyebabkan bahan yang disimpan tidak memenuhi syarat baku.
Wadah tertutup baik harus melindungi isisnya terhadap masuknya bahan padat dari luar dan mencegah kehilangan waktu pengurusan, pengangkutan, penyimpanan dan penjualan dalam keadaan dan dengan cara biasa.
Wadah tertutup rapat harus melindungi isinya terhadap masuknya bahan padat atau lengas dari luar dan mencegah kehilangan, pelapukan, pencairan dan penguapan pada waktu pengurusan, pengangkutan, penyimpanan dan penjualan dalam keadaan dan dengan cara biasa.
Jika disyaratkan wadah tetutup rapat, dapat diganti dengan wadah tertutup kedap.
Wadah tertutup kedap harus dapat mencegah menembusnya udara atau gas pada waktu pengurusan, pengangkutan, penyimpanan, dan penjualandalam keadaandan dengan cara biasa.
Wadah satuan tunggal harus tertutup sedemikian rupa sehingga isi wadah tidak dapat dipindahkan tanpa merusak tutupnya.
Wadah dosis tunggal adalah wadah satuan tunggal zat yang digunakan hanya untuk injeksi.
Wadah dosis satuan adalah wadah satuan tunggal zat yang digunakan dalam dosis tunggal langsung dari wadah.
Wadah satuan ganda adalah wadah satuan ganda adalah wadah satuan ganda zat yang digunakan hanya untuk injeksi.





Penggolongan Obat Part #5

15 01 2011

e. Obat Golongan Narkotika
Pengertian Narkotika menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, adalah adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis,yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan golongan I, golongan II dan golongan III.
Contoh narkotika :
1. Tanaman Papaver Somniferum.
2. Tanaman Koka.
3. Tanaman Ganja
4. Heroina ( dalam keseharian yang dikenal sebagai “Putaw” sering disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
5. Morfina.
6. Opium.
7. Kodeina
Penandaan Narkotika berdasarkan peraturan yang terdapat dalm Ordonasi Obat Bius yaitu “ Palang Medali Merah”





Penggolongan Obat Part #4

8 01 2011

d. Obat Wajib Apotek (OWA)

Peraturan tentang Obat Wajib Apotek berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 347/Menkes/SK/VII/1990 yang telah diperbaharui dengan Keputusan Menteri Kesehatan No. 924/Menkes/Per/X/1993, dikeluarkan dengan pertimbangan sebagai berikut :

1. Pertimbangan yang utama untuk obat wajib apotek ini sama dengan pertimbangan obat yang diserahkan tanpa resep dokter, yaitu meningkatnya kemampuan masyarakat dalam menolong dirinya sendiri guna mengatasi masalah kesehatan,dengan meningkatkan pengobatan sendiri secara cepat,aman dan rasional.

2. Pertimbangan yang kedua untuk peningkatan peran apoteker di apotek dalam pelayanan komunikasi,informasi dan edukasi serta pelayanan obat kepada masyarakat.

3. Pertimbangan Ketiga untuk peningkatan penyediaan obat yang dibutuhkan untu pengobatan sendiri.

Obat Wajib Apotek adalah obat keras yang dapat diserahkan oleh apoteker di apotek tanpa resep dokter.

Pada penyerahan obat wajib apotek ini terhadap apoteker terdapat kewajiban-kewajiban sebagai berikut :

1. Memenuhi ketentuan dan batasan tiap jenis obat perpasien yang disebutkan dalam obat wajib apotek yang bersangkutan.
2. Membuat catatan pasien serta obat yang diserahkan.
3. Memberikan informasi meliputi dosis dan aturan pakai,kontra indikasi,efek samping, dan lain-lain yang perlu diperhatikan oleh pasien.

Contoh obat wajib apotek No. 1 ( artinya yang pertama kali ditetapkan )
1. Obat Kontrasepsi : Linestrenol
2. Obat Saluran cerna : Antasid dan sedative/spasmodic.
3. Obat mulut dan tenggorokan : Hexetidine

Contoh obat wajib apotek No. 2
1. Bacitracin
2. Clindamicin
3. Flumetason, dll.

Contoh obat wajib apotek No. 3
1. Ranitidin
2. Asam Fusidat.
3. Alupurinol, dll








Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.