Penggolongan Obat Part #3

15 12 2010

c. Obat Keras

Obat keras atau obat daftar G menurut bahasa Belanda “G” singkatan dari “Gevaarlijk” artinya berbahaya maksudnya obat dalam golongan ini berbahaya jika pemakaiannya tidak berdasarkan resep dokter.
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI yang menetapkan/memasukan obat-obatan ke dalam daftar obat keras,memberikan pengertian obat keras adalah obat-obat yang ditetapkan sebagai berikut :

• Semua obat yang pada bungkus luarnya oleh si pembuat disebutkan bahwa obat itu hanya boleh diserahkan dengan resep dokter.
• Semua obat yang dibungkus sedemikian rupa yang nyata-nyata untuk dipergunakan secara parenteral,baik dengan cara suntikan maupun dengan cara pemakaian lain dengan jalan merobek rangkaian asli jaringan.
• Semua obat baru, terkecuali apabila oleh Departemen Kesehatan telah dinyatakan secara tertulis bahwa obat baru itu tidak membahayakan kesehatan manusia.
• Semua obat yang tercantum dalam daftar obat keras : obat itu sendiri dalam substansi dan semua sediaan yang mengandung obat itu,terkecuali apabiladi belakang nama obat disebutkan ketentuan lain,atau ada pengecualian Daftar Obat Bebas Terbatas.
Contoh :
1. Acetanilidum
2. Andrenalinum
3. Antibiotika
4. Antihistaminika
5. Apomorphinum, dan lain-lain

Untuk penandaan obat keras mengacu kepada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 02396/A/SK/VIII/1986 tentang tanda khusus Obat Keras daftar G adalah “Lingkaran bulat berwarna merah dengan garis tepi berwarna hitam dengan huruf K yang menyentuh garis tepi”,seperti yang terlihat pada gambar berikut :

Tanda khusus dilekatkan sedemikian rupa sehingga jelas terlihat dan mudah dikenali.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.